Isrā’ dan Mi’rāj 17

AL-BAIT AL-MA’MŪR

Nabi saw., kemudian, masuk ke al-Bait al-Ma’mūr. Bersama beliau, masuk pula orang-orang yang pada dirinya terkenakan pakaian berwarna putih. Sementara itu, orang-orang yang pada dirinya terkenakan pakaian berwarna abu, (yang turut masuk pula bersama beliau, berada dalam keadaan) terhalang. Namun, mereka berada dalam kebaikan (dari Allah).

Lanjutkan membaca →

Isrā’ dan Mi’rāj 16

LANGIT KETUJUH

Nabi saw., kemudian, naik ke langit ketujuh (yang terbuat dari batu yāqūt berwarna merah). Jibrīl meminta (gerbang ke langit itu) dibuka. Ditanyakanlah: “Siapa ini?” Jibrīl menjawab: “Jibrīl.” Ditanyakanlah: “Siapa (yang turut serta) bersamamu itu?” Jibrīl menjawab: “Muhammad.” (Kalimat ta’jub pun) terucap: “Jadi, dia (Jibrīl) telah diutus kepadanya (untuk menjemput)?” Jibrīl menjawab: “Ya!.”

Lanjutkan membaca →

Isrā’ dan Mi’rāj 15

LANGIT KEENAM

Nabi saw., kemudian, naik ke langit keenam (yang juga terbuat dari emas). Jibrīl meminta gerbang ke langit dibuka. Ditanyakanlah: “Siapa ini?” Jibrīl menjawab: “Jibrīl.” Ditanyakanlah: “Siapa yang (turut serta) bersamamu itu?” Jibrīl menjawab: “Muhammad.” (Kalimat takjub pun) terucap: “Jadi, dia (Jibrīl) telah diutus kepadanya (untuk menjemput)?” Jibrīl menjawab: “Ya!.”

Lanjutkan membaca →

Isrā’ dan Mi’rāj 14

LANGIT KELIMA

Nabi saw., kemudian, naik ke langit kelima (yang terbuat dari emas). Jibrīl meminta gerbang ke langit dibuka. Ditanyakanlah: “Siapa ini?” Jibrīl menjawab: “Jibrīl.” Ditanyakanlah: “Siapa (yang turut serta) bersamamu itu?” Jibrīl menjawab: “Muhammad.” (Kalimat takjub pun) terucap: “Jadi, dia (Jibrīl) telah diutus kepadanya (untuk menjemput)?” Jibrīl menjawab: “Ya!.”

Lanjutkan membaca →